Papua – Tokoh pemuda Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Eli Dolame, menyampaikan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat pendulang emas tradisional yang hingga kini masih mengalami trauma pascainsiden penindakan di kawasan Kali Kabur, Tembagapura, beberapa waktu lalu.
Menurut Eli, peristiwa tersebut memberikan dampak psikologis dan sosial bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pendulangan emas tradisional di wilayah Kali Kabur. Banyak warga disebut masih merasa takut untuk kembali beraktivitas karena khawatir situasi keamanan kembali terganggu.
Ia mengatakan sebagian warga bahkan memilih meninggalkan lokasi pendulangan dan sementara waktu mengungsi ke kampung-kampung terdekat demi menjaga keselamatan keluarga mereka.
Kondisi tersebut dinilai memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang selama ini bergantung pada hasil pendulangan tradisional.
“Sebagai tokoh pemuda, kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Saat ini yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membantu warga pendulang yang masih mengalami trauma agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Eli Dolame.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu pemulihan kondisi masyarakat melalui pendekatan kemanusiaan dan dukungan sosial kepada warga terdampak. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.
“Kami juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Tembagapura. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, masyarakat dapat kembali pulih dan bangkit dari kondisi yang terjadi,” tambahnya.
Selain itu, Eli berharap adanya perhatian terhadap kebutuhan warga terdampak, terutama anak-anak dan keluarga yang masih merasakan ketakutan akibat insiden tersebut. Ia menilai upaya pemulihan psikologis dan menjaga stabilitas keamanan menjadi langkah penting untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat Distrik Tembagapura.
Tokoh pemuda tersebut juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan di wilayah Papua Tengah.(AF)





