• Redaksi
  • Kode Etik
  • Tarif Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
kicauanpos.com
Advertisement
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Pemprov
  • Pemkot
  • Olahraga
  • Nasional
  • Mabes
  • Polda
  • Polres
  • Polsek
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Pemprov
  • Pemkot
  • Olahraga
  • Nasional
  • Mabes
  • Polda
  • Polres
  • Polsek
  • Budaya
No Result
View All Result
kicauanpos.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemprov
  • Pemkot
  • Olahraga
  • Nasional
  • Mabes
  • Polda
  • Polres
  • Polsek
  • Budaya
Home Daerah

Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”

Ismaya Rosita by Ismaya Rosita
Juni 4, 2026
in Daerah
0
Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Papua – Tokoh Muslim Papua, Thaha Alhamid, menyoroti berbagai isu yang diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang membahas dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan di Tanah Papua.

Menurutnya, film tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat Papua, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, pembangunan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat.

Dalam keterangannya, Thaha Alhamid menilai bahwa substansi yang disampaikan dalam film tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat Papua.

Ia menyebut berbagai persoalan yang ditampilkan merupakan realitas yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan masih menjadi perhatian berbagai kalangan hingga saat ini.

Film dokumenter tersebut mengangkat beragam perspektif mengenai hubungan antara pembangunan, investasi, dan kondisi sosial masyarakat Papua.

Melalui sejumlah narasi dan testimoni yang ditampilkan, film ini berupaya memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal di tengah berbagai perubahan yang terjadi di Papua.

Thaha Alhamid mengatakan bahwa pembangunan di Papua seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjamin perlindungan hak-hak masyarakat adat serta memberikan manfaat yang adil dan merata bagi masyarakat setempat.

“Papua membutuhkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Berbagai persoalan yang disampaikan dalam film ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua secara luas,” ujar Thaha Alhamid.

Ia menambahkan bahwa dialog yang konstruktif antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih berkembang di Papua.

“Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik, saling mendengar, dan bersama-sama mencari solusi demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Munculnya film dokumenter tersebut telah menarik perhatian publik karena mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan, keadilan sosial, dan pengelolaan sumber daya alam di Papua. Berbagai tanggapan yang muncul menunjukkan bahwa tema-tema tersebut masih menjadi bagian penting dalam diskursus publik mengenai masa depan Papua.

Melalui pendekatan dialogis dan penyampaian informasi yang berimbang, diharapkan berbagai pandangan yang berkembang dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama serta mendukung terciptanya stabilitas sosial dan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Tanah Papua.(FR)

Tags: Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”
Previous Post

Tim URC Polres Jayapura Ringkus Pelaku Curanmor, Amankan Motor Hasil Curian di Doyo Baru 

Next Post

Polda Papua Berikan Trauma Healing kepada Korban Ledakan di Biak Numfor, Hadirkan Semangat dan Keceriaan di Pengungsian 

Next Post
Polda Papua Berikan Trauma Healing kepada Korban Ledakan di Biak Numfor, Hadirkan Semangat dan Keceriaan di Pengungsian 

Polda Papua Berikan Trauma Healing kepada Korban Ledakan di Biak Numfor, Hadirkan Semangat dan Keceriaan di Pengungsian 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kepala Suku Besar Puncak Dorong Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Menjaga Stabilitas Keamanan

Ketua LMA Yahukimo Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang HUT RI ke-81

Juli 27, 2026
Kepala Suku Besar Puncak Dorong Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Menjaga Stabilitas Keamanan

Kepala Suku Besar Puncak Dorong Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Menjaga Stabilitas Keamanan

Juli 27, 2026
Tokoh Papua Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Serukan Perlindungan Masyarakat dan Penegakan Hukum

Tokoh Papua Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Serukan Perlindungan Masyarakat dan Penegakan Hukum

Juli 27, 2026
Sambut HUT ke-81 RI, Satpolairud Polres Sarmi Bersama Nelayan Nusantara Bersihkan Pantai Kali Bagre

Polres Tolikara Tingkatkan Patroli Malam, Berikan Rasa Aman bagi Masyarakat

Juli 26, 2026
kicauanpos.com

Follow Us

Browse by Category

  • Budaya
  • Cartenz
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Kapolri
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Mabes
  • Narkoba
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemkot
  • Pemprov
  • Peristiwa
  • Polda
  • Polres
  • Polsek
  • Satwa
  • TNI
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Tarif Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Copyright © 2025 -Kicauanpos.com

No Result
View All Result

Copyright © 2025 -Kicauanpos.com