Papua – Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Papua menggelar Pelatihan Train of Trainer (ToT) Paham Artificial Intelligence (AI) bagi personel Polres jajaran Polda Papua di Aula Direktorat Lalu Lintas Polda Papua, Kamis (30/07/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabid TIK Polda Papua, Kombes Pol. I Ketut Suarnaya, S.H., S.I.K., serta diikuti oleh personel perwakilan dari Polres jajaran.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis Polda Papua dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi digital, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Dalam sambutannya, Kabid TIK Polda Papua menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi digital.
Menurutnya, kecerdasan buatan tidak lagi menjadi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas kepolisian.
“Transformasi digital merupakan keniscayaan yang harus diikuti oleh seluruh personel Polri. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan Artificial Intelligence secara tepat, profesional, serta tetap berpedoman pada etika, keamanan data, dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Pol. I Ketut Suarnaya.
Kabid TIK menjelaskan bahwa konsep Train of Trainer (ToT) dipilih agar para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menjadi instruktur di satuan masing-masing.
Dengan demikian, pengetahuan mengenai pemanfaatan AI dapat diteruskan kepada personel lainnya secara berjenjang sehingga proses transformasi digital di lingkungan Polda Papua dapat berjalan lebih efektif.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber Iptu Danny Feizal Ekananta, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama Brigpol Rivaldy Simanjuntak.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan Artificial Intelligence beserta etika penggunaannya di lingkungan kepolisian, teknik prompt engineering untuk mendukung analisis dokumen dan laporan, pemanfaatan AI pada bidang administrasi dan kehumasan, penerapan AI dalam mendukung kegiatan operasional dan intelijen, serta metode pembelajaran Train of Trainer sebagai bekal peserta dalam melaksanakan pelatihan lanjutan di Polres masing-masing.
Kabid TIK Polda Papua berharap pelatihan ini mampu melahirkan personel yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas.
“Pemanfaatan AI harus menjadi nilai tambah bagi kinerja organisasi. Namun demikian, teknologi hanyalah alat bantu. Profesionalisme, integritas, dan kemampuan analisis personel tetap menjadi faktor utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” pungkasnya.(rd)





