Papua – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel Polda Papua yang dilaksanakan di Masjid Al-Mu’minun Polda Papua Lama, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Ii Muhajir, Dir Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., Karo Ops Polda Papua Sih Harno, S.H., M.H., serta personel Polda Papua dan Bhayangkari.
Binrohtal diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Pembina Muhammad Sobari, S.Ag., kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah mengenai pentingnya ketakwaan dan kerendahan hati bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, Muhammad Sobari menyampaikan bahwa ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh anggota Polri.
Menurutnya, setiap kewenangan, jabatan dan kepercayaan yang diberikan kepada anggota Polri merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kewenangan tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun merugikan orang lain.
“Ketika diberikan kewenangan, jangan kita gunakan untuk kepentingan pribadi. Ketika diberikan jabatan, jangan kita gunakan untuk menyombongkan diri. Ketika diberikan kekuasaan, jangan kita gunakan untuk menekan atau merugikan orang lain. Dan ketika diberikan kepercayaan, jangan pernah kita khianati,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa seragam Polri melekat dengan kewenangan sekaligus tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, ketakwaan harus menjadi salah satu benteng moral bagi setiap personel dalam melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Selain ketakwaan, kerendahan hati juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter anggota Polri. Semakin tinggi pangkat dan jabatan yang dimiliki, menurutnya, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan keteladanan kepada anggota maupun masyarakat.
“Pangkat dan jabatan adalah amanah yang suatu saat akan berakhir. Karena itu, jangan jadikan jabatan sebagai alasan untuk menyombongkan diri. Yang akan dikenang oleh orang lain bukan hanya pangkat dan jabatan kita, tetapi bagaimana sikap kita kepada orang lain ketika kita memiliki kekuasaan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polri juga diajak untuk menjadi sosok yang tegas namun tidak sombong, berwibawa tetapi tetap rendah hati, serta mampu menggunakan kewenangan dengan tetap menghargai orang lain.
Seorang anggota Polri, lanjutnya, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus mampu mengendalikan diri, menghargai sesama, membimbing bawahan serta berani mengakui kesalahan apabila melakukan kekeliruan.
Kegiatan Binrohtal kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan rohani personel Polda Papua.
Melalui kegiatan Binrohtal tersebut, Polda Papua terus mendorong penguatan nilai keimanan, ketakwaan, integritas dan kerendahan hati sebagai bagian dari pembentukan karakter personel. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, humanis dan bertanggung jawab.(rd)






























